Foto Haflah

Foto Guru dan Siswa-siswi MI Miftahul Huda pada acara Haflah Akhirussanah.

Semangat

Tetaplah semangat mengejar ilmu untuk menggapai cita-citamu

Pekan Madaris

Wajah-wajah generasi penerus bangsa yang berakhlakul karimah

Ekstrakurikuler

Group Rebana MI. Miftahul Huda Rawasan

Outbound

Asiknya bermain di laut. (Hati-hati nak.....!)

Sabtu, 02 Maret 2013

Kisi-Kisi dan Teknis Pelaksanaan UAMBN Tahun 2013


KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM
NOMOR :  21 TAHUN 2013

TENTANG
KETENTUAN PELAKSANAAN UJIAN AKHIR MADRASAH BERSTANDAR NASIONAL
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BAHASA ARAB TINGKAT MADRASAH IBTIDAIYAH,
MADRASAH TSANAWIYAH, DAN MADRASAH ALIYAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013


SK_PELAKSANAAN_UAMBN_2013
POS_UAMBN_2013
KISI-KISI_UAMBN_2013

Selasa, 10 Juli 2012

Perangkat Pembelajaran Lengkap Madrasah Ibtidaiyah

Perangkat Pembelajaran ini hanya contoh, silahkan dikembangkan sesuai dengan karakteristik siswa dan keadaan madrasah bapak dan ibu masing-masing.

Untuk sementara silahkan kirim email ke : MI. Miftahul Huda Jenu dan kami akan mengirimkan contoh perangkat pembelajaran yang bapak inginkan.

Senin, 09 Juli 2012

Download KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)

BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

Pendidikan Nasional berlandaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar tahun 1945 yang berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Dalam mengimplementasikan fungsi dan tujuan pendidikan Nasional tersebut yang disesuaikan tingkat Satuan Pendidikan (Pendidikan Dasar/Sekolah Dasar) berkewajiban untuk menyusun kurikulum tingkat Satuan Pendidikan Dasar yang harus ditunjang dengan beberapa pedoman sebagai landasan antara lain :
1.    Undang-undang No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
2.    Peraturan pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
3.    Peraturan Menteri Pendidikan Nasinal No.22 tahun 2006 tentang standar isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan menengah
4.    Permendiknas No.23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan
5.    Permendiknas No.24 tahun 2006 tentang pelaksanaan Permendiknas No.22 tahun 2006 dan Permendiknas No.23 tahun 2006.
6.    SE Dirjen Pendais DJ.II.I/PP.00/681/2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi

Kurikulum MI. Miftahul Huda Jenu  tahun 2011 disusun sebagai implementasi dari Permendikas No. 24 tahun 2006 yang dalam pemgembangan kurikulum didasarkan pada prinsip KTSP diantaranya :
1.    Berpusat pada potensi pengembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik
2.    Beragam dan terpadu
3.    Tanggap terhadap perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Seni
4.    Menyeluruh dan berkesinambungan
5.    Belajar sepanjang hayat
6.    Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah
Implementasi Kurikulum MI.Miftahul Huda Jenu tahun 2011 ini sebagai pedoman sekolah dan guru dalam membelajarkan peserta didik sehingga mampu membangkitkan suasana pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan dalam rangka mengembangkan potensi siswa.
Didalam buku Kurikulum MI.Miftahul Huda Jenu tahun 2011 ini terdiri dari dua buku atau dua dokumen yaitu, Dokumen I dan Dokumen II
Dokumen I terdiri dari :
Bab I    Pendahuluan
Bab II    Tujuan yang memuat
1.    Tujuan Pendidikan Dasar
2.    Visi Sekolah
3.    Misi Sekolah
4.    Tujuan Sekolah
Bab III    Struktur dan Muatan Kurikulum , meliputi
1.    Mata pelajaran
2.    Muatan Lokal
3.    Kegiatan Pengembangan Diri
4.    Pengaturan Beban Belajar
5.    Standar Ketuntasan Belajar (KKM)
6.    Standar Kenaikan Kelas dan Kelulusan
7.    Pembiasaan
8.    Kalender Pendidikan
9.    Mutasi Keluar dan Masuk

Untuk Dowload Lengkap KTSP MI. Miftahul Huda Rawasan Jenu, silahkan klik link di bawah.
Download KTSP

Selasa, 06 Maret 2012

Download Contoh Rencana Kerja Madrasah

SISTEMATIKA PENULISAN RKM

Halaman Judul
Halaman Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I    :   PENDAHULUAN 
• Latar Belakang
• Landasan Hukum
• Tujuan
• Manfaat
BAB II   :   KONDISI  MADRASAH .........................
BAB III  :   VISI, MISI DAN TUJUAN MADRASAH
BAB V    :   RENCANA KERJA MADRASAH
                 (Program, Kegiatan, Penanggungnjawab dan Jadwal )
BAB VI   :   RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN  MADRASAH
BAB VII  :   PENUTUP
•    Kesimpulan
•    Saran
LAMPIRAN :


Untuk Download Contoh Lengkapnya Silahkan Email ke: MI. Miftahul Huda Jenu (untuk sementara lewat email dulu, hingga proses uploadnya selesai)

Selasa, 15 November 2011

Penyusunan EDM, RKM dan RKTM

Selasa, 21 Juni 2011

Haflah Akhirus Sanah



Sebagai acara rutinitas tahunan, Haflah Akhirus Sanah Tahun Ajaran 2010/2011 menjadi momentum penting dan ditunggu oleh semua siswa.

Acara Haflah Akhirus Sanah dihadirkan untuk semua siswa-siswi dan wali murid Yayasan Miftahul Huda Rawasan Jenu Tuban dari Jenjang Play Group, RA, Madrasah Ibtidaiyah, dan Madrasah Tsanawiyah. Acara ini dimaksudkan sebagai pesta atas rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan segala Rahmat, Hidayah, Taufiq serta Inayah-Nya sehingga kita dapat menyelesaikan satu tahun ajaran penuh.

Atas bantuan, saran, dan kritik konstruktif acara dari tahun ke tahun mengalami perubahan. Semoga ditahun yang akan datang bisa lebih sukses dari tahun-tahun sebelumnya amin ya rabbal alamin.

Minggu, 19 Juni 2011

Kegiatan Outbound di MI. Miftahul Huda

Definisi Outbound

Outbound adalah kegiatan di alam terbuka. Outbound juga dapat memacu semangat belajar. Outbound merupakan sarana penambah wawasan pengetahuan yang didapat dari serangkaian pengalaman berpetualang sehingga dapat memacu semangat dan kreativitas seseorang. Oleh karena itu, Kimpraswil menyatakan bahwa outbound adalah usaha olah diri (olah pikir dan olah fisik) yang sangat bermanfaat bagi peningkatan dan pengembangan motivasi, kinerja dan prestasi dalam rangka melaksanakan tugas dan kepentingan organisasi secara lebih baik lagi.

Kegiatan outbound berawal dari sebuah pengalaman sederhana seperti bermain. Bermain juga membuat setiap anak merasa senang, dan bahagia. Dengan bermain anak dapat belajar menggali dan mengembangkan potensi, dan rasa ingin tahu serta meningkatkan rasa percaya dirinya. Oleh karena itu, bermain merupakan fitrah yang dialami setiap anak.

Pengalaman merupakan guru dalam proses pembelajaran secara alami. Misalnya, seorang anak mengalami proses alami bermain. Hal itu dalam rangka menambah dan mengembangkan pengetahuan dari setiap pengalamannya. Jadi, tidak menutup kemungkinan siapapun berhak bermain baik anak-anak, remaja, orang dewasa ataupun orang tua. Karena belajar dari sebuah pengalaman dalam aktivitas bermain dijadikan sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan yang dapat dilakukan di ruangan terbuka atau tertutup.

Berdasarkan latar belakang tersebut outbound merupakan perpaduan antara permainan-permainan sederhana, permainan ketangkasan, dan olah raga, serta diisi dengan petualangan-petualangan. Hal itu yang akhirnya membentuk adanya unsur-unsur ketangkasan, dan kebersamaan serta keberanian dalam memecahkan masalah. Seperti halnya Iwan menegaskan bahwa “permainan yang disajikan dalam outbound memang telah disusun sedemikian rupa, sehingga bukan hanya psikomotorik (fisik) peserta yang ’tersentuh’ tapi juga afeksi (emosi) dan kognisi (kemampuan berpikir).

Manfaat dan Tujuan Outbound

Kegiatan belajar di alam terbuka seperti outbound bermanfaat untuk meningkatkan keberanian dalam bertindak maupun berpendapat. Kegiatan outbound membentuk pola pikir yang kreatif, serta meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual dalam berinteraksi. Kegiatan ini akan menambah pengalaman hidup seseorang menuju sebuah pendewasaan diri.

Pengalaman dalam kegiatan outbound memberikan masukan yang positif dalam perkembangan kedewasaan seseorang. Pengalaman itu mulai dari pembentukan kelompok. Kemudian setiap kelompok akan menghadapi bagaimana cara berkerja sama. Bersama-sama mengambil keputusan dan keberanian untuk mengambil risiko. Setiap kelompok akan menghadapi tantangan dalam memikul tanggung yang harus dilalui.

Tujuan outbound secara umum untuk menumbuhkan rasa percaya dalam diri guna memberikan proses terapi diri (mereka yang berkelainan) dalam berkomunikasi, dan menimbulkan adanya saling pengertian, sehingga terciptanya saling percaya antar sesama. Ancok pun menegaskan dalam bukunya Outbound Management Training (2003: 3) bahwa:

Metode pelatihan di alam terbuka juga digunakan untuk kepentingan terapi kejiwaan (lihat Gass, 1993). pelatihan ini digunakan untuk meningkatkan konsep diri anak-anak yang nakal, anak pencandu narkotika, dan kesulitan di dalam hubungan sosial. Metode yang sama juga digunakan untuk memperkuat hubungan keluarga ber-masalah dalam program family therapy (terapi keluarga). Afiatin (2003) dalam penelitian disertasinya telah menggunakan pelatihan outbound untuk penangkalan pengguna obat terlarang (narkoba). Dalam penelitiannya Afiatin menemukan bahwa penggunaan metode outbound mampu meningkatkan ketahanan terhadap godaan untuk menggunakan narkoba. Selain itu dilaporkan pula oleh Afiatin, penelitian yang dilakukan oleh Johnson dan Johnson bahwa kegiatan di dalam outbound training dapat meningkatkan perasaan hidup bermasyarakat (sense of community) diantara para peserta latihan.

Tujuan outbound menurut Adrianus dan Yufiarti, dalam jurnal Memupuk Karakter Siswa melalui Kegiatan Outbound (2006: 42) adalah untuk:

1) mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan diri siswa;

2) berekspresi sesuai dengan caranya sendiri yang masih dapat diterima lingkungan;

3) mengetahui dan memahami perasaan, pendapat orang lain dan menghargai perbedaan;

4) membangkitkan semangat dan motivasi untuk terus terlibat dalam kegiatan-kegiatan;

5) lebih mandiri dan bertindak sesuai dengan keinginan;

6) lebih empati dan sensitif dengan perasaan orang lain;

7) mampu berkomunikasi dengan baik;

8) mengetahui cara belajar yang efektif dan kreatif;

9) memberikan pemahaman terhadap sesuatu tentang pentingnya karakter yang baik;

10) menanamkan nilai-nilai yang positif sehingga terbentuk karakter siswa sekolah dasar melalui berbagai contoh nyata dalam pengalaman hidup;

11) mengembangkan kualitas hidup siswa yang berkarakter;

12) menerapkan dan memberi contoh karakter yang baik kepada lingkungan.

Dari uraian di atas jelas bahwa outbound bertujuan sebagai proses terapi individu dan terapi keluarga atau kelompok yang mengalami kesenjangan. Terapi individu misalnya pada anak yang mengalami penyimpangan seperti anak nakal, anak pemakai narkoba, anak yang mengalami gangguan hubungan sosial (anak berkebutuhan khusus). Sedangkan terapi keluarga atau kelompok yang mengalami kesenjangan sosial sehingga membutuhkan penyegaran (refresh). Baik dengan mengadakan rekreasi dan atau mengadakan kegiatan outbound. Misalnya saja pada sebuah kelompok atau lembaga mengadakan kegiatanoutbound setahun sekali dalam rangka meningkatkan rasa kebersamaan, meningkatkan kualitas karyawan dan perusahaan.

Kegiatan outbound individu atau kelompok akan mendapatkan manfaat yang beragam. Mulai dari menambah pengalaman baru. Memacu rasa keberanian. Membagun rasa kebersamaan. Komunikasi yang efektif antarsesama. Bertindak sesuai dengan situasi dan kondisi. Memahami setiap kelebihan maupun kekurangan yang ada pada dirinya maupun orang lain. Dapat menimbulkan rasa saling menghargai dalam setiap keputusan. Selain itu juga outbound bermanfaat sebagai proses berlatih memacu cara berpikir seseorang agar selalu sistematis.